NGANJUK (BM)
- Diduga depresi ditambah ada masalah rumah tangga, Siti Muyasaroh
(26), seorang ibu muda warga Desa Setren Kecamatan Rejoso Kabupaten
Nganjuk, mekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Kejadian
yang menggegerkan warga setempat itu, terjadi pada Jumat (17/6),
sekitar pukul 09.30. Informasi yang dihimpun Berita Metro menyebutkan,
korban diketahui gantung diri dengan menggunakan kain jarik yang
diikatkan di kuda-kuda dapur.
Sementara,
kejadian itu pertama kali diketahui suami korban Eko Mutolik (31), yang
saat itu baru pulang dari rumah orang tuanya di Dusun Jenangan Desa
Bandungan Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun.
Saat
itu, saksi yang baru saja pulang dari luar kota ini, masuk ke rumah
dalam keadaan sepi. Selanjutnya saksi menuju dapur dan mendapati
istrinya sudah tak bernyawa lagi dalam kondisi gantung diri.
Kejadian
itu langsung dilaporkan ke desa setempat dan diteruskan ke Polsek
Rejoso. Selanjutnya, korban dilarikan ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk
dilakukan visum et repertum (VER). Hasil indentifikasi Polsek Rejoso
dan tim forensik Polres Nganjuk, menerangkan korban yang tinggal serumah
dengan suami dan ibu kandungnya ditemukan dalam keadaan lidah menjulur
dan anus mengeluarkan kotoran serta terdapat bekas jeratan di leher.
Sementara
itu, dalam keterangannya, Paur Humas Polres Nganjuk, Iptu Samsul Hadi
menerangkan bahwa, pihaknya telah menerima laporan peristiwa gantung
diri tersebut.
"Laporan
sudah kami terima serta tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dalam
diri korban. Diduga korban nekat gantung diri karena mengalami depresi,"
terang Iptu Samsul. (kam/nov)


0 Komentar untuk "Diduga Depresi Ibu Muda di Nganjuk Nekat Gantung Diri"