“Buka Bersama Itu Mewujudkan Toleransi…”

SINTA Nuriyah (68) tampak kepayahan saat turun dari mobil yang membawanya ke halaman Kapel Santo Yakobus Zebedeus, Pudakpayung, Kota Semarang, Kamis (16/6).
Untuk bisa duduk di atas kursi di teras gereja, istri almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu dibantu beberapa orang yang mengantarnya, termasuk anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang telah berjaga bersama aparat kepolisian dan kodim, beberapa jam sebelum kedatangannya. ‘’Wis, wis, gak apa-apa.
Aku isa dhewe. Ngene iki wis 16 taun (Sudah sudah tidak apa-apa. Saya bisa sendirian. Seperti ini sudah 16 tahun),’’kata Sinta yang tiba sekitar pukul 15.30. Ia disambut oleh Romo Aloysius Budi Pr dan beberapa tokoh masyarakat setempat. Namun, beberapa tokoh masyarakat muslim tidak berada di kapel dan menunggu di Balai Kelurahan Pudakpayung.
Hal itu, menurut Zaenuri, salah seorang tokoh masyarakat, sebagai hasil keputusan mediasi yang diselenggarakan di Mapolrestabes sebelum kegiatan buka bersama dilangsungkan.
Mediasi dilakukan karena ada sejumlah organisasi massa Islam yang kembali menolak penyelenggaraan buka bersama Sinta Nuriyah di Pudakpayung. Sebelumnya, rencana acara yang akan digelar di Paroki Kristus Raja, Ungaran, juga ditolak. ‘’Padahal masyarakat Pudakpayung sangat kondusif, tidak menolak, bahkan menyambut baik,’’kata Zaenuri.
Nikmat Ramadan
Dalam ceramah selama lebih kurang 15 menit, Sinta mengatakan, 16 tahun terakhir ini dia buka dan sahur bersama di berbagai tempat di Indonesia.
Baginya, langkah tersebut merupakan upaya merajut toleransi dan keberagaman. Tempat yang ia datangi bukan hanya masjid dan gereja, melainkan juga kelenteng, pasar, dan pinggiran kali. ‘’ Saya ajak umat lintas agama dan kaum yang terpinggirkan untuk merasakan nikmat Ramadan,’’ katanya dalam acara yang juga dihadiri Wali Kota Hendrar Prihadi dan sejumlah tokoh lintas agama itu.
Sinta menambahkan, perbedaan agama, suku, ras, dan budaya bukanlah penghalang untuk saling menghargai. Ia menekankan, semangat menghormati orang dari golongan lain sudah dilakukan oleh Nabi Muhammad. Hendrar Prihadi mengatakan, Pemkot menyambut kehadiran Sinta Nuriyah. ”Tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan karena kegiatan buka bersama bagus untuk toleransi beragama kita,’’ ujarnya. (Dhoni Zustiyantoro-59)
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "“Buka Bersama Itu Mewujudkan Toleransi…”"

 
Copyright © 2014 PC GP ANSOR NGANJUK - All Rights Reserved - DMCA
Template By Kunci Dunia