Shinta Nuriyah Gusdur: Banyak yang Tidak Tahu Hakikat Puasa

PURBALINGGA, suaramerdeka.com – Kebanyakan masyarakat menganggap puasa merupakan rutinitas tahunan yang harus dilakukan setiap tahun sekali tanpa mengerti makna dan hakikat yang sebenarnya. Padahal hakikat puasa yang sebenarnya adalah pengendalian diri, disiplin serta tujuan agar manusia menjadi orang yang bertaqwa.
Hal itu dikemukakan Shinta Nuriyah Abdurahman Wahid pada acara Sahur Keliling Bersama Shinta Abdurahman Wahid di Masjid Al-Huda Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon, Senin (13/6) dini hari yang digelar oleh Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia.
“Sehingga banyak orang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga, karena tidak paham makna dan hakikatnya. Namun pelajaran yang didapat dari puasa puasa adalah sabar, belas kasihan terhadap sesama serta  keikhlasan,” ujar istri mendiang Gus Dur ini.
Oleh karena itu, sahur keliling yang sudah dilakukan 16 kali setiap Ramadan untuk menemui kaum duafa yang terpinggirkan. Ia mengajak para pedagang di pasar, tukang becak, penderes, pemulung, pengamen serta profesi lainnya. Selain untuk silaturahmi dan mengingatkan saudara-sauadar yang beragama Islam dan masyarakat yang terpinggirkan, juga untuk mengingatkan hakikat puasa yang sebenarnya.
“Manusia lahir dalam keberagaman atau pluralisme. Dengan berbagai agama, suku serta perbedaan lainnya, oleh karena itu, mereka semua yang berbeda adalah saudara-saudara kita,” tuturnya.
Sementara itu Bupati Purbalingga Tasdi mengatakan, kehidupan kebersamaan serta toleransi antarumat beragama di Purbalingga masih berjalan denga baik. Oleh karenanya, Purbalingga yang membuat visi Purbalingga yang mandiri berdaya saing menuju masyarakat yang sejahtera dan akhlakul kharimah.
Sedangkan salah satu visinya adalah mendorong masyarakat Purbalingga yang religius beriman dan bertaqwa serta mengembangkan rasa kebangsaan untuk membangun rasa toleransi antarumat beragama sebagi modal dasar pembangunan di Kabupaten Purbalingga.
“Karena Purbalingga produknya pluralis juga, sehingga  kehidupan yang pluralis, toleransi keagamaan kami butuhkan semuanya, mulai  dari berbagai etnis, agama suku untuk membangun Purbalingga sebagai bagian NKRI,” katanya.
Acara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Purbalingga warga lintas etnis dan agama serta masyarakat sekitar.
(Ryan Rachman/CN39/SM Network)
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Shinta Nuriyah Gusdur: Banyak yang Tidak Tahu Hakikat Puasa"

 
Copyright © 2014 PC GP ANSOR NGANJUK - All Rights Reserved - DMCA
Template By Kunci Dunia