REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Nuansa Ramadhan menyemangati umat Islam
lebih dekat dengan Alquran. Tak kurang 1.350 peserta menghadiri acara
Indonesia Cinta Alquran yang digelar Yayasan Syafa'atul Qur'an Indonesia
(Yaqin) di kompleks Masjid Al Akbar, Surabaya, Ahad (19/6).
Kegiatan yang diniatkan untuk menggelorakan kembali kecintaan kepada
kitab suci kaum Muslim tersebut dibuka oleh Wagup Jatim Saifullah Yusuf.
Tampil memberi taushiyah Ketua Ikatan Dai Indonesia Jatim KH Muhammad
Shaleh Drehem, pakar Quantum Tahfidz KH Mudawi Ma'arif, dan master
trainer nasional Quantum Tarjamah Ustaz Ahmad Faiz Khudlori Toha, dan
Ketua Yaqin sekaligus Direktur Wafa Mohamad Yamin.
Wagub
Saifullah Yusuf, menyambut baik kegiatan tersebut. Dia berpkir, acara
tersebut adalah inovasi untuk mempercepat pembelajaran Alquran yang bisa
memenuhi kebutuhan masyarakat masa kini. Gus Ipul, sapaan akrabnya,
mengaku, sejak kecil bercita-cita bisa hafal 30 juz. "Tapi sampai
sekarang juz 30 saja belum hafal," ucapnya, disambut tawa hadirin.
Ketua Yaqin Mohammad Yamin menyatakan, peserta yang berasal dari
kabupaten kota se-Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta itu kemudian
diajak mendalami Alquran secara komprehensif. Tak sekadar mengetahui
arti penting kitab suci, tapi juga diajari cara melantunkannya dengan
lagu hijaz, menghafal, menerjemahkan, dan memahami maknanya.
"Salah satu warisan filosofi kehidupan yang akrab di masyarakat adalah 'moco Quran sak maknane'
atau membaca Quran dengan memahami maknanya. Kami ingin budaya baik ini
terjaga. Bahkan terus kita kembangkan sebagai landasan kehidupan yang
lebih baik bagi Indonesia," katanya.
Menurut Yamin, pihaknya meyakini ketika masyarakat Indonesia makin mencintai Alquran maka negeri ini bakal semakin makmur gemah ripah loh jinawi. Sejahtera ekonominya, rukun dan terjaga keragamannya, sekaligus bahagia jiwanya.
Uniknya,
peserta yang hadir bersama belajar menghafal dan menerjemahkan Alquran
dengan otak kanan, yang dikembangkan Wafa. Tidak dengan otak kiri
seperti yang selama ini dipelajari. "Dengan otak kanan, kecepatan
belajar lebih bisa dioptimalkan. Pemahaman dan hafalan juga lebih mudah
menjaganya. Metode ini menyentuh sisi imajinasi. Sehingga memanfaatkan
kekuatan cerita, kreativitas, hingga lagu," ujar Yamin.
Metode
Wafa belajar Alquran metode otak kanan kini sudah dimanfaatkan oleh
41.064 santri di 20 provinsi di 77 kabupaten/kota. Bahkan, ada juga
peserta Wafa dari Singapura dan Belanda
Next
« Prev Post
« Prev Post
Previous
Next Post »
Next Post »
Video Kami
Popular Posts
-
Posko Mudik Banser PC GP Ansor Kabupaten Nganjuk Tahun 2016
-
PERATURAN ORGANISASI GERAKAN PEMUDA ANSOR BARISAN ANSOR TANGGAP BENCANA (BAGANA)
-
BANSER HUSADA
-
Inilah Penjelasan Kiai Said soal Reposisi Kepengurusan PBNU
-
Mars Banser
-
Sosialisasi Hasil Konbes GP Ansor Tahun 2016 Dan Ngopi Bareng Gus Ipul Di Kantor PW Ansor Jawa Timur
-
Biografi Sunan Ampel
-
Mengenal Syech Junaid Al Baghdadi, Imam Tasawuf Panutan NU
-
Biografi Sunan Kudus
-
PENGUKUHAN SATKORWIL BANSER JATIM


0 Komentar untuk "Gus Ipul Bercita-cita Hafal 20 Juz, tapi Juz 30 Saja Belum Hafal"