Temanggung, NU OnlineMakam
Kiai Subchi Parakan (wafat 1958), salah satu tokoh NU pejuang
kemerdekaan, berada di kompleks pemakaman Islam Pakuncen, Kauman
Parakan, Temanggung, Jawa Tengah. Kuburan ulama berjuluk “Kiai Bambu
Runcing” ini berbaur dengan pemakaman umum desa setempat. Letaknya hanya
sekitar 300 meter dari arah pasar Parakan.
Meski berada di
kawasan yang cukup strategis, yakni di pusatnya kota kecil Parakan,
peziarah yang belum pernah ke area makam tersebut akan kesulitan
menemukan di mana letak persisnya makam kiai yang saat revolusi
kemerdekaan sering didatangi Jendral Sudirman ini. Pasalnya, tidak ada
penanda khusus yang membedakan makam Kiai Subchi dari makam-makam warga
lainya, sebagaimana lazimnya makam para tokoh yang memiliki penanda
cungkup atau bangunan khusus lainnya. Satu-satunya penanda adalah
identitas nama yang tertulis di batu nisannya.
Baca: KH Subchi Parakan: Kiai Bambu Runcing, Guru Jenderal Soedirman
Pada
Jumat (27/5) nyaris pukul 17.00 WIB, area makam Pakuncen tampak sepi.
Hanya satu dua orang sedang bersih-bersih di makam keluarganya, serta
beberapa anak desa setempat sedang bermain. Berkat petunjuk warga itu
pula NU Online bisa menemukan
letak makam Kiai Subchi, setelah sebelumnya mencoba menelusuri sendiri
posisi makam Kiai Subchi tapi tidak berhasil. Menurut penuturan warga
yang mengantar kami, biasanya makam Kiai Subchi ini juga kerap didatangi
para peziarah.
Tidak begitu jauh dari Kauman Parakan, kira-kira
500 meter, berdiri pondok pesantren "Kyai Parak Bambu Runcing" yang
didirikan oleh KH Muhaiminan Gunardho. Petang menjelang maghrib suasana
pondok ini sedang senyap karena beberapa waktu lalu telah melangsungkan
haflah akhir tahun dan kini telah memasuki waktu liburan. Cuma beberapa
santri yang masih tampak.
Hubungan antara pesantren ini dengan
Kiai Subchi memang sangat erat. Tapi pendiri pesantren ini bukan Kiai
Subkhi, melainkan KH Muhaiminan Gunardho, putra KH Raden Sumomihardho.
Nama terakhir ini adalah tokoh dan rekan Kiai Subchi pada masa revolusi
mempertahankan kemerdekaan yang merupakan penggerak laskar pejuang dari
berbagai elemen kelaskaran terutama pasukan Hizbullah. Pada masa
kemerdekaan itu, bersama kiai Subkhi, Kiai Raden Sumomihardho juga kerap
dimintai memberi doa dan asma' pada bambu runcing dari para pejuang
yang datang dari berbagai daerah.
Sementara, kaitan pesantren
Kyai Parak Bambu Runcing dengan Kiai Subchi dipertemukan dalam hubungan
pernikahan. Istri KH Muhaiminan Gunardho merupakan putri dari Kiai
Subchi. (M Haromain/Mahbib)
Next
« Prev Post
« Prev Post
Previous
Next Post »
Next Post »
Video Kami
Popular Posts
-
Posko Mudik Banser PC GP Ansor Kabupaten Nganjuk Tahun 2016
-
PERATURAN ORGANISASI GERAKAN PEMUDA ANSOR BARISAN ANSOR TANGGAP BENCANA (BAGANA)
-
BANSER HUSADA
-
Inilah Penjelasan Kiai Said soal Reposisi Kepengurusan PBNU
-
Mars Banser
-
Sosialisasi Hasil Konbes GP Ansor Tahun 2016 Dan Ngopi Bareng Gus Ipul Di Kantor PW Ansor Jawa Timur
-
Biografi Sunan Ampel
-
Mengenal Syech Junaid Al Baghdadi, Imam Tasawuf Panutan NU
-
Biografi Sunan Kudus
-
PENGUKUHAN SATKORWIL BANSER JATIM


0 Komentar untuk "Beginilah Kodisi Makam Mbah Subchi “Kiai Bambu Runcing”"